Halaman

13 April, 2012

Jelajah Budaya Menanamkan Nilai Nilai Kepahlawanan

100 Tahun Sri Sultan Hamengku Buwana IX
  (Imogiri, Bantul) Jelajah budaya ke-4 yang di adakan di tahun 2012 ini bertepatan dengan Peringatan 100 tahun Bapak Pramuka Indonesia, Sri Sultan Hamengku Buwana IX. Di ikuti oleh 100 Pramuka yang berasal dari Perutusan Kwartir Cabang Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul, Sleman, dan Kota Yogyakarta, yang terbagi dalam 20 sangga.
 Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta dengan Kwarda XII Daerah Istimewa Yogyakarta yang di adakan tepat pada 100 tahun Sri Sultan Hamengku Buwana IX, 12 April 2012 yang juga di adakan serentak tiap Kwarda di Indonesia. Kegiatan Jelajah Budaya kali ini start di Pendopo Pramuka Wukirsari jam 8 pagi, kemudian rute yang di lewati adalah lokasi-lokasi yang memiliki potensi budaya bagi wisatawan yaitu Kerajinan Tatah Sungging Maju Karya, Makam Giriloyo yang merupakan makam panembahan Juminah, dan kerabat Kerajaan mataram lainnya, serta Sultan Cirebon, kemudian Batik Sri Kuncoro yang di sampingya juga ada lokasi sanggar batik, Makam Seniman, dan Finish di Makam Pajimatan Imogiri yang merupakan Makam Raja-raja Mataram dan salah satu Makamnya merupakan makam Sri Sultan HB IX. Kegiatan ini juga di pilih Regu Favorit Putra dan Putri, Juara Lomba Yel Yel Kebangsaan, dan Kegiatan lain yaitu Lomba Karya tulis dan Rally Foto, Serta Ziarah ke Makam Sri Sultan HB IX 5 perwakilan Peserta bersama Staf Kwarda dan juga Kak Ilham dari Humas Kwarnas.
 Kegiatan Lain yang juga berbarengan adalah Pengembaraan Pramuka Kwarcab Bantul yang menempuh jarak 70 Km yang di jalani sejak hari Minggu dan juga bermalam di Pendopo Pramuka dan Akhirnya Finish di depan Gerbang Makam Sri Sultan HB IX.

Reported By : Ma'ruf Cahyadi

02 April, 2012

Ma’ruf Cahyadi : Membuka Lembaran Baru

 Dari seorang desainer grafis merambah ke jurnalistik dan kesastraan, dunia baru dengan peraturan pers ini membuka lembaran baru catatan biru MA’RUF CAHYADI. Berbekal keterampilan menulis yang di dapat dari bangku TK-SMK Kelas 3 Ini saya mencoba munuliskan sebuah catatan catatan penting yang semoga bisa menjadi motivasi buat para pembaca agar bisa menjadi pemuda yang lebih produktif, kreatif, inovatif dan tidak lupa takwa kepada tuhan YME.

     Menulis hal paling menyebalkan bagi beberapa rekan saya di masa sekolah, dan akhirnya pun ketika waktu ujian tiba kelihatan sekali, bingung mau mempelajari apa, dan ujian pun kacau, ujung ujungnya BUKA CATATAN DIGITAL dari Hape gitu, sms teman. Ya beginilah kekacauan karena kita tidak suka menulis, nahh lhhoo itu cuman karena menulis belum ke hal hal lain seperti kedisiplinan, kebersihan dll. Apapun yang kita lakukan bakal kita yang mengunduh hasilnya. Jika kita suka menulis apa lagi tulisan kita laku di jual, itu bisa menjadi isi kantong kita yang kosong.

     Bermodalkan pelajaran bahasa Indonesia yang sudah saya pelajari hampir 12 tahun saya mencoba untuk melatih tangan saya dan pikiran saya untuk berjalan di bidang JURNALISTIK dan KESASTRAAN, karena bagi saya hal ini bisa menjadi tantangan, bukan karena bakat atau karena turun temurun tetapi karena usaha kitalah yang akan mengantar kita untuk bergerak di bidang jurnalistik.

     Jurnalistik tempat curhatku, mengapa?? Hidup “ontang anting” atau menjadi anak tunggal, menjadikan ku menjadi orang tertutup di masa lalu.. tapi semenjak aku mengenalnya ku semakin menyukainya, ya meskipun hitam dan putih tapi aku suka memegangnya, menciumnya, bahkan selalu menemaniku tidur... wah wah kayak apa ya hehe... ya itulah teman ku yang sampai segitunya... bulpen dan buku yang menjadi teman curhat.

     Untuk pertama kalinya segini aja... bahawa semua hal jika kita mau berusaha mendapatkannya dengan di sertai do’a pasti bisa kita lakukan, untuk tulisan saya selanjutnya saya akan memberikan tulisan :
“MA’RUF CAHYADI : AKU TIDAK SUKA PRAMUKA!” sebuah catatan yang saya ambil dari pengalaman hidup di masa SD.  Comingsoon...